Thursday, December 3, 2009

DKI akan Survei Parkir Langganan di Jalan

The only way to keep up with the latest about tech is to constantly stay on the lookout for new information. If you read everything you find about tech, it won't take long for you to become an influential authority.

JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta akan melakukan survei parkir berlangganan on street awal 2010. Anggaran survei mencapai Rp 250 juta dan dana ini telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 dan sudah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Ketua Komisi B DPRD, Selamat Nurdin, mengatakan, kendati anggaran survei telah disediakan, diharapkan pelaksanaan parkir konsep baru ini tidak terburu-buru. "Harus ada uji coba dulu," kata Selamat Nurdin, Rabu (2/12), di Jakarta. Pemprov DKI juga diminta memiliki komitmen dan menyediakan sistem parkir yang benar-benar memadai. "Sifatnya juga harus sukarela. Ini tidak harus cepat-cepat dilaksanakan. Jangan terburu-buru," kata dia.

Selamat menambahkan, yang penting ada sistem yang baik,  pilot project , serta uji coba dan mekanisme yang jelas. Kalau dari hasil uji coba bagus, baru diteruskan.

The best time to learn about tech is before you're in the thick of things. Wise readers will keep reading to earn some valuable tech experience while it's still free.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benyamin Bukit, mengatakan, pendapatan DKI dari sektor parkir sebenarnya bisa ditingkatkan. Sidoarjo yang jumlah kendaraan bermotornya hanya sekitar 400 ribu bisa mendapat uang parkir sebesar Rp 1,5 miliar per tahun.

"Kalau di Jakarta, diprediksi bisa dapat Rp 224 miliar per tahun," katanya. Saat ini, pendapatan DKI dari retribusi parkir diperkirakan tidak memenuhi aim yang ditetapkan sebesar Rp 19 miliar. Selain untuk menekan kebocoran, pendapatan dari parkir rencananya juga akan digunakan untuk membangun gedung parkir sehingga lambat laun parkir  on street bisa ditiadakan.

Pada 2006, pendapatan DKI dari retribusi parkir mencapai Rp 17,5 miliar, untuk 2007 mencapai Rp 19,6 miliar, dan 2008 sebanyak 19,1 miliar.Tahun ini, jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 5,2 juta unit. Sementara itu, saat ini jumlah parkir  on street di Jakarta mencapai 410 lahan parkir.

Dongkrak pendapatan
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan, lembaga survei profesional akan dipilih melalui sistem pelelangan. Rencananya, parkir berlangganan ini diterapkan secara permanen pada 2010. Itu dilakukan bila memang masyarakat menanggapinya secara positif.

Prijanto berharap, adanya parkir langganan ini dapat menekan kebocoran dari penghasilan retribusi parkir dan dapat mendongkrak pendapatan pemerintah menjadi Rp 224 miliar dari Rp 19 miliar.

(-)
Don't limit yourself by refusing to learn the details about tech. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Pemenang Abang-Mpok Kabupaten Bekasi Tuntut Uang Pembinaan

Do you ever feel like you know just enough about tech to be dangerous? Let's see if we can fill in some of the gaps with the latest info from tech experts.

BEKASI-- Sejumlah finalis Pasanggiri Mojang Jajaka (Pemilihan Abang-Mpok) Kabupaten Bekasi mengeluh karena belum menerima hadiah uang pembinaan. Mereka menduga ada penyelewengan dana dalam penyelenggaraan kegiatan tahunan ini.

Ketua Paguyuban Abang-Mpok (IAM) Kabupaten Bekasi, Mahdi Soekarta, mengatakan, penyelenggaraan Pemilihan Abang-Mpok 2009 menghabiskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi sebesar Rp 175 juta. Dengan dana sebesar itu, kata Mahdi, sangat tidak mungkin pemenang tidak mendapatkan hadiah yang telah menjadi hak mereka.

Menurut Mahdi, panitia penyelenggara dalam hal ini Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disporbudpar) tidak transparan dalam menggunakan anggaran. "Para pemenang merasa dirugikan," ujar Mahdi, Rabu (2/12).

The best time to learn about tech is before you're in the thick of things. Wise readers will keep reading to earn some valuable tech experience while it's still free.

Selain itu, kata Mahdi, pemilihan Abang-Mpok yang dilaksanakan pada Agustus 2009 lalu, terkesan hanya menggugurkan kewajiban dan menghabiskan anggaran. Besar anggaran yang digunakan, ungkap Mahdi, tidak sebanding dengan pelaksanaannya. "Terlalu sederhana."

Larassati Algristia, juara harapan 1 Mojang Kabupaten Bekasi, mengaku belum menerima uang pembinaan sepeser pun dari panita pemilihan seperti yang dijanjikan. Kendati tidak terlalu berharap mendapat hadiah, kata Larassati, panita pelaksana terkesan kurang profesional. "Kita hanya dimanfaatkan," kata Larassati.

Padahal, ujar Larassati, setiap peserta yang maju hingga malam final dijanjikan mendapat hadiah. Untuk setiap pemenang, kata dia, jumlah uang pembinaan yang dijanjikan bervariasi antara Rp 750 ribu hingga Rp 3 juta. "Tergantung peringkatnya."

Bantah tidak transparan
Kasi Pariwisata Disporbudpar Kabupaten Bekasi, Yat Elly Soefiatna, saat dikonfirmasi membantah penyelenggaraan Pemilihan Abang-Mpok Kabupaten Bekasi tidak transparan. Elly juga menampik anggapan kalau anggaran kegiatan tersebut telah habis. "Dananya belum cair seluruhnya," kilahnya.Elly berjanji, hadiah berupa uang pembinaan kepada para pemenang akan diberikan pertengahan Desember ini. "Terlambat berapa bulan itu sudah biasa," ujarnya. n c14

(-)
That's the latest from the tech authorities. Once you're familiar with these ideas, you'll be ready to move to the next level.

Pembagian Konverter BBG Gratis Lancar

The best course of action to take sometimes isn't clear until you've listed and considered your alternatives. The following paragraphs should help clue you in to what the experts think is significant.

BOGOR -- Program konversi bahan bakar gas (BBG) angkutan kota di Kota Bogor mendapat respons yang cukup baik dari para pemilik kendaraan. Terbukti, dari sekitar 3500-an angkot yang ada di Kota Bogor, hingga kemarin (2/12), sudah terpasang 225 konverter BBG dalam kurun waktu dua minggu. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan 1.000 konverter gratis bagi para pengemudi angkot yang ada di Kota Bogor.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bogor, Suharto, menjelaskan, agenda pemasangan konverter secara cuma-cuma itu ditargetkan akan selesai pada Desember 2009 ini. "Untuk pemasangan, kami targetkan, pada 2010, 1000 konverter sudah terpasang semua," ujarnya kepada Republika ketika ditemui di kantornya di Jalan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Meskipun dia cukup senang dengan antusiasme para pemilik angkot untuk mengikuti agenda konversi BBG ini, pihaknnya masih mengalami beberapa kendala. "Salah satunya adalah ketersediaan SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas)," kata Suharto.

If your tech facts are out-of-date, how will that affect your actions and decisions? Make certain you don't let important tech information slip by you.

Saat ini, pihakya masih melakukan proses perizinan pembangunan SPBG di daerah Sukasari. "Kami targetkan untuk pembangunan SPBG tersebut selesai dalam dua atau tiga bulan," ucapnya. Dengan jangka pembangunan tersebut, dirinya berharap Kota Bogor sudah memiliki SPBG pada Maret atau April 2010.

Dengan belum adanya SPBG tersebut, saat ini Dishubkominfo hanya mengandalkan SPBG  mobile . "Dengan adanya SPBG  mobile tersebut, kami sedikit terbantu," paparnya. Meskipun pembangunan SPBG telah usai, lanjut Suharto, SPBG  mobile tersebut masih tetap digunakan.

Dia mengingat para pengemudi dan pemilik angkot yang belum mendaftar untuk mendapatkan konverter gratis karena proses pengajuannya tidak terlalu ribet. "Langsung datang saja dengan membawa syarat-syarat yang dibutuhkan," terangnya.

Bebas polisi
Tujuan agenda pembagian BBG gratis untuk menciptakan Kota Bogor bebas polusi. Untuk itu, Dishubkominfo juga melakukan perbandingan emisi buang dari kendaraan sebelum dan sesudah pemasangan konverter. "Sebelum melakukan pemasangan konverter, para pemilik kendaraan harus terlebih dahulu melakukan uji emisi," ujar Suharto.

Para pemilik angkot yang tidak kebagian konverter gratis diimbau untuk tetap sabar. "Kami tetap berupaya agar seluruh angkot di Kota Bogor dapat memiliki konverter BBG secara gratis," ujarnya. Sebagai informasi, 1.000 konverter gratis yang dibagikan merupakan bantuan dari Departemen Perhubungan.
c13

(-)
That's the latest from the tech authorities. Once you're familiar with these ideas, you'll be ready to move to the next level.

Penertiban PKL di Jalan Margonda Ricuh

The following article includes pertinent information that may cause you to reconsider what you thought you understood. The most important thing is to study with an open mind and be willing to revise your understanding if necessary.

Sejumlah polisi berhasil melerai kedua belah pihak yang hampir bentrok.


DEPOK-- Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Raya Margonda, Depok, berlangsung ricuh, Rabu (2/12). Aksi saling dorong antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok dan sejumlah tenaga keamanan Arena Sirkus Oriental tak dapat dihindari.

Kericuhan bermula ketika petugas mengangkut dua papan reklame sirkus yang berada di bahu jalan. Karena kesal dengan tindakan petugas, penanggung jawab Sirkus, Samijan Budiharjo, sempat beradu argumen dengan Kabid Sumber Daya Dinas Satpol PP, Pribadi Iqbal, yang memimpin aksi penertiban tersebut.

Tak lama, enam orang berbadan tegap teman Samijan langsung mendorong sejumlah anggota Satpol PP yang tetap akan menyita dua papan reklame mereka. Beruntung, sebelum aksi saling dorong berubah menjadi perkelahian, sejumlah petugas polisi berhasil melerai kedua belah pihak yang hampir bentrok. Setelah berhasil diredam, petugas Satpol PP tetap menyita dua papan reklame tersebut.

If your tech facts are out-of-date, how will that affect your actions and decisions? Make certain you don't let important tech information slip by you.

Samijan, seorang PKL yang menggelar sirkus, menuding petugas Satpol PP arogan. Ini karena mereka melakukan penertiban tanpa pemberitahuan sebelumnya. "Tidak ada pemberitahuan kepada kami, tahu-tahu major angkut saja," katanya setengah berteriak. Dia mengklaim, semua reklame dan arena sirkus yang digelar di tempat tersebut sudah mengantongi izin dari pemerintah dan kepolisian, termasuk izin dari masyarakat sekitar. "Tapi, herannya masih dinilai salah. Dua papan itu kan hanya jadwal pertunjukan dan harga tiket," katanya kesal.

Langgar ketertiban umum
Kabid Sumber Daya Satpol PP Kota Depok, Pribadi, berargumen pihaknya dari Satpol PP Depok menyita dua papan reklame tersebut karena dinilai melanggar ketertiban umum. Pasalnya, papan tersebut berada di atas bahu jalan. "Sudah jelas-jelas tidak boleh memasang reklame di jalan. Karena, dapat mengganggu pengguna jalan," ujarnya.

Selain itu, papan reklame tersebut disita sebagai barang bukti pelanggaran perda. Namun, menurut dia, pihak pengelola sirkus masih dapat mengambilnya kembali di kantor Satpol PP.
"Kalau baru pertama kali (melanggar) masih bisa diambil, syaratnya membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan," ungkapnya.

Selain peristiwa tersebut, Satpol PP juga menertibkan PKL di Jalan Raya Margonda sekitar 175 lapak. Sebagian besar sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Sebelumnya, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP, Sariyo Sabani, mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat teguran sebanyak tiga kali. ''Pada November lalu, kami sudah melayangkan surat teguran untuk membongkar sendiri lapak-lapak PKL milik mereka. Tapi, hingga kini, PKL masih bandel dan rencananya besok (hari ini--Red) kami akan menertibkan,'' ungkap Sariyo kepada wartawan, Senin (1/12).

Dalam penertiban tersebut, Satpol PP mengerahkan 176 personel, terdiri atas petugas Banpol sebanyak 76 orang, 40 orang petugas Satpol PP, serta anggota Kodim dan anggota Polrestro Depok masing-masing 30 orang. Selain menyiagakan personel, dua truk juga disiapkan untuk mengangkut barang-barang milik para pedagang. Penertiban ini dilakukan di kedua sisi jalan pada pagi dan sore hari. c06

(-)
So now you know a little bit about tech. Even if you don't know everything, you've done something worthwhile: you've expanded your knowledge.

Wednesday, December 2, 2009

Warga Bekasi Menunggu Kinerja Kajari Baru

When most people think of tech, what comes to mind is usually basic information that's not particularly interesting or beneficial. But there's a lot more to tech than just the basics.

BEKASI-- Warga Kota Bekasi menunggu kinerja Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bekasi yang baru, Kusnadi Halim. Pasalnya, terhitung tiga minggu sejak ditugaskan di Kota Bekasi, hingga kini belum satu pun kasus korupsi yang mulai ditanganinya.
 
Beberapa kasus besar yang hingga kini masih menunggu upaya pengungkapan kasus korupsi. Antara lain, kasus dugaan penghapusan aset Pasar Baru oleh wali kota Bekasi, kasus dana Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) untuk pegawai negeri sipil (PNS) senilai Rp 4 miliar, dan kasus penggelembungan dana proyek TPA Bantar Gebang. "Pengungkapan kasus jangan tebang pilih," kata Joko Adi Wibowo, salah seorang tokoh Bekasi, Selasa (1/12).

Menurut Joko, dengan adanya pergantian kajari, diharapkan kasus korupsi yang selama ini mandek, bisa mulai terungkap. Berbeda dengan Joko, Sugeng Wiyono, ketua umum Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) Kota Bekasi, mengaku pesimistis dengan kinerja kajari Bekasi yang baru.

So far, we've uncovered some interesting facts about tech. You may decide that the following information is even more interesting.

Indikatornya, kata Sugeng, belum mulai bertugas, Kusnadi Halim sudah tersandung persoalan yang mengurangi citra institusi kejaksaan. "Saat pisah sambut kejari Kota Bekasi, pesta meriahnya diadakan di rumah wali kota," ungkapnya.
 
Menurut Sugeng, acara seperti itu sarat dengan kepentingan tertentu. Cicak, kata Sugeng, dalam waktu dekat akan mengadukan peristiwa ini ke Kejaksaan Agung. "Kita melihatnya dari sudut etika seorang jaksa."

Sugeng menambahkan, warga Bekasi semula mendapatkan angin segar dengan adanya pergantian kajari. Sebab, mantan kajari Kota Bekasi, Sucipto, hanya menangani kasus-kasus kecil dan jarang menyentuh kasus korupsi yang melibatkan pejabat daerah. Namun, kata Sugeng, dengan adanya pesta meriah di rumah wali kota Bekasi itu, seolah menyiratkan kinerja kajari yang baru tidak akan berbeda dengan yang lama.

"Kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat daerah sepertinya akan tetap mandek."Sugeng berharap apa yang dikhawatirkan oleh dirinya dan warga Kota Bekasi tidak menjadi kenyataan. "Kita tunggu upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Bekasi secepatnya," ujarnya.


Tidak tebang pilih

Kajari Kota Bekasi, Kusnadi Halim, saat dikonfirmasi mengatakan akan mengusut semua kasus korupsi di Kota Bekasi. Kusnadi mengaku tidak akan tebang pilih dalam mengusut kasus korupsi, yang melibatkan pejabat pemerintahan tanpa terpengaruh acara pisah sambut. "Waktu itu saya hanya menghadiri undangan," kilahnya. Namun, pengusutan kasus korupsi tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Butuh penyelidikan yang mendalam. Semua bukti-bukti harus terpenuhi," ujarnya.  c14

(-)
Is there really any information about tech that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Polresta Bogor Tangkap Pengedar Uang Palsu

When most people think of tech, what comes to mind is usually basic information that's not particularly interesting or beneficial. But there's a lot more to tech than just the basics.

Para pengedar uang palsu ini termasuk gembong besar.


BOGOR-- Jajaran Resort Kriminal (Reskrim) Polres Kota Bogor, Jawa Barat, menangkap tiga tersangka pengedar uang palsu (upal) antarpulau yang beredar di Indonesia. Bersama tersangka, Polresta juga mengamankan barang bukti dari tangan pelaku berupa uang palsu senilai Rp 500 ribu, masing-masing uang lembaran Rp 100 ribu.

Kualitas uang palsu yang diedarkan oleh pelaku sangat bagus. "Mereka sanggup membuat uang palsu dengan kualitas yang cukup bagus. Bahkan, mereka membuat uang palsu yang hampir menyerupai uang asli," ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah, di Bogor, Selasa (1/12). Penangkapan dilakukan, Sabtu (29/11) lalu. Ketiga tersangka dibekuk di dua tempat terpisah.

Menurut Irwansyah, lokasi penangkapan tersangka pengedar uang palsu antarpulau itu, yakni di daerah Parung dan satu orang lagi di daerah Cijahe. Ketiga tersangka itu bernama Yasin (60 tahun), Aming (49), dan Bahrudin (54). "Yasin dan Aming dibekuk di Parung, sedangkan Bahrudin di kawasan Cijahe," ungkapnya.

Tersangka Yasmin dan Aming merupakan warga Kampung Pemekansari, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Sedangkan Bahrudin, merupakan warga Kampung Cijahe, Kelurahan Curung Mekar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.
Menurut Irwansyah, ketiga tersangka merupakan pengedar.

Sometimes the most important aspects of a subject are not immediately obvious. Keep reading to get the complete picture.

Penangkapan tersebut berawal dengan adanya informasi dari masyarakat yang melihat transaksi mereka. "Dari informasi, kita melakukan penyidikan dan pengembangan kasus, hingga akhirnya kita berhasil menciduk ketiganya di rumah masing-masing," ungkapnya.

Para pengedar ini, tambah Irwansyah, termasuk gembong besar. Informasi yang diterimanya, yakni ketiga tersangka sebelumnya telah berhasil mengedarkan uang palsu ke Kalimantan senilai Rp 60 juta. "Penangkapan ini juga berdasarkan hasil laporan dari Kalimantan, yang menyebutkan pengedarnya merupakan warga Bogor," ungkapnya.

Edarkan dolar
Para tersangka uang palsu ini selain mengedarkan uang rupiah, juga mengedarkan uang dolar. Pada saat penangkapan, dari tangan ketiga tersangka Polresta mengamankan barang bukti contoh uang palsu senilai Rp 100 ribu, dua pelaku dari Parung masing-masing memiliki dua lembar.
 
"Pelaku dari Cijahe memiliki satu lembar upal Rp 100 ribu," kata Irwansyah. Hebatnya, tambah Irwansyah, uang palsu yang diedarkan para tersangka ini ada dua inisial, yakni LE untuk layak edar dan LB untuk layak bank.

"Mereka bukan hanya mengedarkan uang palsu ke masyarakat. Untuk bisa lolos dari pengawasan bank juga mereka punya. Dan, terbukti ada beberapa bank yang lolos pengawasan dan akhirnya ketahuan," ungkapnya.

Untuk uang yang diedarkan di Kota Bogor, lanjut Irwansyah, kualitasnya lebih baik. "Untuk yang di Kota Bogor, mereka mampu membuat uang palsu dengan nilai tukar satu banding dua," bebernya.

Tersangka Bahrudin mengaku bahwa uang palsu yang mereka jual telah dipergunakan masyarakat. Bahkan, uang tersebut telah digunakan untuk membayar pembebasan tanah miliknya, ujar Bahrudin yang sehari-hari bekerja sebagai pembebas tanah. Hingga kini, ketiga tersangka diamankan di Polresta Bogor untuk dimintai keterangan guna penyelidikan lebih lanjut.  c13


(-)
That's how things stand right now. Keep in mind that any subject can change over time, so be sure you keep up with the latest news.

Monday, November 30, 2009

Bantuan Rp 1,5 Miliar Situ Gintung Dipertanyakan Lagi

The best course of action to take sometimes isn't clear until you've listed and considered your alternatives. The following paragraphs should help clue you in to what the experts think is significant.

Dana itu untuk rekonstruksi tanggul Situ Gintung, tidak untuk dibagikan kepada para korban.

Ahadi
Asda I Bidang Pemkot Tangsel


TANGERANG -- Korban tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung mempertanyakan kembali dana bantuan Pemerintah Kabupaten Tangerang sebesar Rp 1,5 miliar. Dana tersebut, menurut Ketua Forum Komunikasi Korban Tragedi Situ Gintung Ari Lastario, Ahad (29/11), diserahkan Pemkab kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel).

''Kami mempertanyakan dana hibah bagi para korban Tragedi Situ Gintung dari Pemkab Tangerang yang diberikan kepada Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) sebesar Rp 1,5 miliar. Sampai saat ini, sama sekali belum diterima korban bencana, bahkan tidak ada kejelasan sama sekali dari Pemkot Tangsel mengenai keberadaan uang tersebut,'' papar Ari.

Think about what you've read so far. Does it reinforce what you already know about tech? Or was there something completely new? What about the remaining paragraphs?

Menurutnya, perihal hilangnya kabar dana bantuan tersebut, sekitar 316 kepala keluarga (KK) dari 614 KK keseluruhan korban Tragedi Situ Gintung yang mengungsi di Hunian Sementara (Huntara) Kertamukti I dan II, merasa dipermainkan Pemkot.

''Dana Rp 1,5 miliar tersebut sudah diberikan Pemkab Tangerang kepada Pemkot Tangsel pada Juni 2009 lalu. Pemkot menjanjikan uang tersebut akan diserahkan kepada para korban bencana secepatnya, tetapi hingga saat ini, bahkan setelah hampir lima bulan, Pemkot belum juga menerima dana bantuan tersebut,'' Ari menegaskan.

Sebelumnya, Pemkot Tangsel sudah mencairkan bantuan dari para donatur dan masyarakat sebesar Rp 6,4 miliar. Para korban bencana mengaku sudah menerima bantuan tersebut pada pertengahan November lalu.

Syaiful Kamal, salah seorang penghuni Huntara Kertamukti II, mengakui pencairan dana Pemkot tersebut. Namun, menurutnya, dana sebesar Rp 6,4 miliar tersebut tidak ada hubungannya dengan bantuan Pemkab Tangerang sebesar Rp 1,5 miliar, yang kini dipertanyakan para korban.

Menanggapi hal ini, Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintah Kota Tangsel, Ahadi, mengatakan, Pemkot Tangsel memang sengaja mengurungkan niat membagikan dana bantuan Rp 1,5 miliar bagi para korban Tragedi Situ Gintung tersebut. Menurut Ahadi, dana dari Pemkab Tangerang tersebut dalam aturannya terlebih dahulu harus dimasukkan ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangsel tahun 2010, sebelum dicairkan.

''Dana Rp 1,5 miliar itu tidak bisa dbagikan begitu saja, karena datangnya dari Pemkab. Jadi, terlebih dahulu harus dimasukan ke APBD Kota Tangsel. Lagipula dana tersebut bila tiba waktu pencairannya nanti akan dipergunakan untuk merekonstruksi tanggul Situ Gintung yang jebol. Jadi tidak untuk dibagikan kepada para korban,'' tegas Ahadi. Menurutnya, para korban sudah cukup mendapat bantuan dari para donatur dan masyarakat yang sudah dicairkan.  c16, ed: damhuri

(-)
The day will come when you can use something you read about here to have a beneficial impact. Then you'll be glad you took the time to learn more about tech.